MOBILE Project Proyek MOBILE

Transitions and challenges

Tantangan Akibat Proses Transisi

Globally, communities who traditionally lived through hunting and gathering face a changing and challenging world. Varying degrees of economic, social and political marginalization are often compounded by ecological degradation and competition for land. Few communities continue to live as full-time hunter-gatherers, with locally diverse transitions toward a more sedentary lifestyle and agricultural or wage-labour based subsistence. While transitions and more complete integration into local market economies can offer opportunities – particularly in state-provided education and healthcare – there are also risks, to community health, wellbeing and culture.

A key goal of the MOBILE project is to document the impact of lifestyle transitions on traditionally hunter-gatherer groups in Indonesia.

Di seluruh dunia, masyarakat pemburu-pengumpul sedang menghadapi berbagai tekanan untuk merubah kehidupan mereka, seperti tantangan ekonomi, disertai marginalisasi sosial dan politik, degradasi ekologis, dan persaingan lahan. Beberapa komunitas masih ada yang hidup sebagai pemburu-pengumpul secara penuh, namun sebagian lainnya sudah mulai bertransisi menuju gaya hidup yang lebih menetap dan mencoba berbagai strategi lain untuk bertahan hidup seperti bercocok tanam atau menjadi buruh tani. Walau integrasi dengan ekonomi pasar lokal membawa peluang – khususnya dalam pendidikan dan pelayanan kesehatan yang disediakan negara – ada juga risiko degradasi kesehatan, kesejahteraan, dan budaya.

Tujuan utama proyek MOBILE adalah untuk mendokumentasikan dampak transisi gaya hidup yang dihadapi kelompok pemburu-pengumpul tradisional di Indonesia.

Tropical forest lifeways, present and past

Kehidupan dalam hutan tropis, sekarang dan yang lampau

In the tropical forests of Indonesia, transitions from traditional forms of hunting and gathering are complex and specific to individual groups and villages, depending on local history and ecology. Start and end points are neither discrete nor homogenous – transition is a process. Looking to the past, archaeology tells us that there are many ways of being a tropical forest hunter-gatherer, and the lifestyles of present-day populations are likewise diverse. Nevertheless, recent descendants of hunter-gatherers often retain aspects of culture that link them to their ancestors.

The MOBILE project is working with multiple Punan communities in Borneo and Orang Rimba communities in Sumatra to understand the range of transition experiences. These groups include both people who are still mobile and rely substantially on forest goods for subsistence, and others that were resettled by government programmes decades ago.

Bagi masyarakat berburu-pengumpul hutan tropis Indonesia, perubahan gaya hidup adalah proses yang kompleks dan spesifik. Tidak ada titik awal dan akhir yang pasti dalam proses ini karena banyak faktor yang mempengaruhinya seperti keragaman ekologi, sejarah, dan budaya. Jika kita mencontoh masa lalu, ilmu arkeologi memberi tahu bahwa ada banyak tipe pemburu-pengumpul dengan gaya hidup yang beragam, ini karena kehidupan di alam sangat bergantung pada kondisi ekologis setempat. Keragaman gaya hidup ini juga ditemukan pada masa kini. Selain itu, para pemburu-pengumpul ini punya kepedulian untuk mempertahankan aspek budaya yang diturunkan dari nenek moyang mereka, sehingga keputusan untuk merubah gaya hidup bukanlah sesuatu yang mudah.

Saat ini proyek MOBILE sedang bekerja sama dengan berbagai kelompok Punan di Kalimantan dan kelompok Orang Rimba di Sumatra untuk memahami proses transisi yang sedang mereka alami. Kelompok-kelompok ini termasuk orang-orang yang masih berpindah-pindah (nomaden) dalam hutan dan orang-orang yang sudah bermukim mengikuti program pemerintah beberapa dekade yang lalu.

Research questions

Pertanyaan penelitian

The MOBILE project has two core research questions. Firstly, it seeks to understand the range of transition pathways among tropical forest hunter-gatherers to ask how different (and changing) ways of life - including diet, daily activities, mobility and social networks - impact community health. Secondly, it will analyse and model the longer-term evolutionary impact of hunter-gatherer subsistence and mobility behaviour on community biological diversity. The first question is important for understanding the health challenges facing communities in changing social, economic and ecological environments. The second helps to reveal the influence of subsistence and lifestyle transitions on human biology in deeper time, and establish the cultural importance of hunter-gatherer lifestyles as foundations of human biological heritage. Involving a range of groups following a range of subsistence and mobility strategies helps to draw broader and more general conclusions about the links between modern-day hunter-gatherer lifestyles, biological diversity, and past human behaviour. The project will capture multiple facets of how individual and social activities contribute to health and evolution.

Ada dua sasaran utama penelitian MOBILE. Pertama, kami ingin memahami proses transisi yang dihadapi oleh masyarakat pemburu-pengumpul dan dampak dari perubahan-perubahan yang terjadi pada kesehatan mereka; kami akan meninjau proses perubahan tersebut dari segi diet, aktivitas sehari-hari, pergerakan kelompok, dan jaringan sosial. Kedua, kami akan menganalisis dan memodelkan dampak evolusi jangka panjang dari kehidupan pemburu-pengumpul dan mobilitas terhadap keanekaragaman hayati.

Sasaran yang pertama penting untuk memahami tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat akibat perubahan lingkungan sosial, ekonomi dan ekologi. Sasaran yang kedua akan mengungkap dampak jangka panjang kehidupan berburu-meramu dan transisi gaya hidup terhadap kondisi biologis manusia secara lebih mendalam; dan juga untuk mengungkap pentingnya gaya hidup pemburu-pengumpul sebagai fondasi warisan biologis manusia.

Penelitian kami melibatkan berbagai tipe kelompok pemburu-pengumpul dengan pola mobilitas yang berbeda–beda untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih luas dan lebih umum tentang pengaruh gaya hidup dan perilaku manusia (baik sekarang dan di masa lalu) terhadap keanekaragaman hayati. Proyek ini akan menangkap dampak kesehatan dan evolusi tidak hanya dari kontribusi per individu, tetapi juga dari aspek sosial sebuah komunitas.

Research approach

Pendekatan Studi

Our research is highly collaborative, data-driven and tailored to local situations. It brings together scientists and communities to address common questions.

Data is collected through field research coordinated by the team at the Mochtar Riady Institute for Nanotechnology, Tangerang. Consent and communication is critical, and our approach is informed by extensive ethical review as well over 20 years of anthropological genetics experience in Indonesia at MRIN and in the wider collaborative team. Analysis of results is collaborative, involving Cambridge-based, Indonesian and global researchers, with transfer of skills and experience in both directions.

Penelitian kami sangat kolaboratif, didorong oleh data, dan disesuaikan dengan kondisi lokal. Oleh karena itu, kegiatan kami melibatkan ilmuwan dan komunitas.

Komunikasi dan perizinan sangat penting. Data penelitian ini dikumpulkan melalui penelitian lapangan yang dikoordinir oleh tim dari Mochtar Riady Institute for Nanotechnology, Indonesia. Kegiatan kami telah disesuaikan dengan kaji etik dari berbagai pihak, dan direncanakan berdasarkan pengalaman studi antropo-genetik di Indonesia selama lebih dari 20 tahun oleh tim di MRIN (dulu di Lembaga Eijkman), dan juga masukan dari kolaborator dari bidang keilmuan yang luas. Analisis data ini akan bersifat kolaboratif, melibatkan tim peneliti yang berbasis di Cambridge, dari Indonesia dan negara lainnya, dengan tujuan transfer keterampilan dan pengalaman secara dua arah.

Innovative methodologies

Inovasi metodologi

A key strength of the MOBILE project is the integration of different methodologies – behavioural data collection enriched by remote sensing, rich biological data through multi-species genetic sequencing, and complex inference and interpretation of results through bespoke computational modelling. While each technique is independently well-established, the combination offers unique research synergies that enhance our ability to answer our research questions. The project is multi-faceted, but examples of questions that our unique data collection enables include:

  • Can we model lifestyle transitions, including common trends and challenges? What can we learn about supporting positive outcomes or avoiding negative ones when communities undergo subsistence and lifestyle changes?
  • How do social networks lead to correlations in health and microbial diversity? What can models tell us about the likely processes involved in building these correlations?
  • How does mobility, and changing mobility practices, impact the distribution and evolution of biological variation in small-scale human societies?

Keunggulan utama dari proyek MOBILE adalah pengambilan data yang kompleks dengan integrasi berbagai metodologi - survei kegiatan dan perilaku yang diperkaya dengan teknologi remote sensing (pengideran jarak jauh), serta data genetik multi-spesies yang didapatkan melalui teknologi sekuensing. Metode tersebut akan digabung dan diolah menggunakan pemodelan komputasional untuk mendapatkan kesimpulan dan interpretasi data yang holistik. Walaupun tiap teknik dapat digunakan secara mandiri, kombinasi dan sinergi keduanya (data perilaku dan biologis) akan menjadi faktor yang membedakan penelitian ini dari yang lain. Proyek ini bersifat multidisiplin dan data kami akan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kompleks, seperti:

  • Apakah ada tren umum dalam proses transisi gaya hidup yang dapat dibuat sebagai model? Apakah dari model tersebut kita dapat mengidentifikasi faktor yang akan memberikan luaran yang positif dan luaran yang negatif?
  • Apakah jaringan sosial berkolerasi dengan kesehatan dan keragaman mikrobiom? Apakah pemodelan komputasional dapat memberikan informasi mengenai proses-proses yang mendasari kolerasi tersebut?
  • Apakah mobilitas individu dan perubahan pola mobilitas berdampak terhadap distribusi variasi dan evolusi biologis dalam kelompok masyarakat berskala kecil?